Rusdy, 20 th, adalah teman sekantor suamiku yang sebaya dengannya sedangkan
aku berumur 21 th. Mereka sering bermain tenis bersama, entah mengapa setiap Rusdy
datang kerumah menjemput suamiku ia selalu menyapaku dengan senyumnya yang
khas, sorotan matanya yang dalam selalu memandangi diriku sedemikian rupa
apalagi sewaktu aku memakai daster yang agak menerawang tatapannya seakan
menembus menjelajahi seluruh tubuhku.
Aku benar benar dibuat risih oleh perlakuannya, sejujurnya aku
merasakansesuatu yang aneh pada diriku, walaupun aku telah menikah 2 tahun yang
lalu dengan suamiku, aku merasakan ada suatu getaran dilubuk hatiku ditatap
sedemikian rupa oleh Rusdy. Suatu hari suamiku pergi keluar kota selama 4 hari.
Pas di hari minggu Rusdy datang kerumah maksud hati ingin mengajak suamiku
bermain tenis, pada waktu itu aku sedang olahraga dirumah dengan memakai hot
pant ketat dan kaos diatas perut.
Ketika kubuka pintu untuknya ia terpana melihat liku liku tubuhku yang
seksi tercetak jelas di kaos dan celana pendekku yang serba ketat itu. Darahku
berdesir merasakan tatapannya yang tajam itu. Kukatakan padanya suamiku keluar
kota sejak 2 hari lalu, dia hanya diam terpaku dengan senyumannya yang khas
tidak terlihat adanya kekecewaan diraut mukanya, tiba-tiba ia berkata “..Hesty
mau tidak gantiin suamimu, main tenis dengan saya..” Giliran aku yang terpana
selama menikah belum pernah aku pergi keluar dengan laki laki selain suamiku
tetapi terus terang aku senang mendengar ajakannya, dimataku Rusdy merupakan figure
yang cukup ‘gentleman’.
Sementara aku masih ragu-ragu tiba tiba dengan yakin ia berkata “..Cepet
ganti pakaian aku tunggu disini..” Entah apa yang mendorongku untuk menerima
ajakannya aku langsung mengangguk sambil berlari kekamarku untuk mengganti pakaian.
Dikamar Aku termangu hatiku dagdigdug seperti anak SMU sedang berpacaran lalu
aku melihat diriku dicermin kupilih baju baju tenisku lalu ketemukan rok tenis
putihku yang supermini lalu kupakai dengan blous ‘you can see’ setelah itu
kupakai lagi sweater, wouw.. cukup seksi juga aku ini.., setelah itu aku pakai
sepatu olahragaku lalu cepat cepat aku temui Rusdy didepan pintu “..Ayo Her aku
sudah siap..” Rusdy hanya melongo melihat pakaianku. Jakunnya terlihat naik
turun.
Singkat kata aku bermain tenis dengannya dengan penuh ceria, kukejar bola
yang dipukulnya, rok miniku berkibar, tanpa sungkan aku biarkan matanya menatap
celana dalamku, ada perasaan bangga dan gairah setiap matanya menatap pantatku
yang padat bulat ini.
Saking hotnya aku mengejar bola tanpa kuduga aku jatuh terkilir, Rusdy
menghampiriku lalu mengajakku pulang. Setiba di rumah, kuajak Rusdy untuk
mampir dan ia menerimanya dengan senang hati. Rusdy memapahku sampai ke kamar,
lalu membantuku duduk di ranjang. Dengan manja kuminta ia mengambilkan aku
minuman di dapur, Rusdy mengambilkan minuman dan kembali ke kamar mendapatkan
aku telah melepas sweater dan sedang memijat betisku sendiri. Ia agak tersentak
melihatku, karena aku telah menanggalkan sweaterku sekarang tinggal memakai
blous “you can see” longgar yang membuat ketiak dan buah dadaku yang putih
mulus itu mengintip nakal, posisi kakiku juga menarik rokmini olahragaku hingga
pahaku yang juga putih mulus itu terbuka untuk menggoda matanya.
Tampak sekali ia menahan diri dan mengalihkan pandangan saat memberikan
minuman kepadaku. Memang “gentleman” pria ini. penampilannya agak kaku tetapi
disertai sikap yang lembut, kombinasi yang tak kudapatkan dari suamiku,
ditambah berbagai macam kecocokan di antara kami. Mungkin inilah yang
mendorongku untuk melakukan sesuatu hal yang seharusnya tidak dilakukan oleh
seorang wanita yang sudah bersuami. Aku menggeser posisiku mendekatinya, lalu
kucium pipinya sebagai ucapan terimakasihku. Rusdy terkejut, namun tak berusaha
menghindar bahkan ia menggerakan wajahnya sehingga bibirku beradu dengan
bibirnya. Kewanitaanku bangkit walaupun aku tahu ini adalah salah tetapi tanpa
kusadari ia mencium bibirku beberapa saat sebelum akhirnya aku merespon dengan
hisapan lembut pada bibir bawahnya yang basah.
Kami saling menghisap bibir beberapa saat sampai akhirnya aku yang lebih
dulu melepas ciuman hangat kami. “Her..” kataku ragu. Kami saling menatap
beberapa saat. Komunikasi tanpa kata-kata akhirnya memberijawaban dan keputusan
yang sama dalam hati kami, lalu hampir berbarengan, wajah kami sama-sama maju
dan kembali saling berciuman dengan mesra dan hangat, saling menghisap bibir,
lalu lama kelamaan, entah siapa yang memulai, aku dan Rusdy saling menghisap
lidah dan ciuman pun semakin bertambah panas dan bergairah.
Ciuman dan hisapan berlanjut terus, sementara tangan Rusdy mulai beralih
dari betisku, merayap ke pahaku dan membelainya dengan lembut. Darahku semakin
berdesir. Mataku terpejam. Entah bagaimana pria bukan suamiku ini bisa
menyentuh ragaku selembut ini, semakin kupejamkan mataku semakin melayang
perasaanku, dan menikmati kelembutan yang memancing gairah ini. Kembali Rusdy
yang melepas bibirnya dari bibirku. Namun kali ini, dengan lembut namun tegas,
ia mendorong tubuhku sambil satu tangannya masih terus membelai pahaku, membuat
kedua tanganku yang menahanku pada posisi duduk tak kuasa melawan dan akupun
terbaring pasrah menikmati belaiannya, sementara ia sendiri membaringkan
tubuhnya miring di sisiku.
Rusdy mengambil inisiatif mencium bibirku kembali, yang serta merta kubalas
dengan hisapan pada lidahnya. Mungkin saat itu gairahku semakin menggelegak
akibat tangannya yang mulai beralih dari pahaku ke selangkanganku, membelai
barang milikku yang paling sensitif yang masih terbalut celana dalam itu dengan
lembut namun pasti.
“Mmhh.. Rusdyu..sudah terlalu jauh Her..” desahku di sela-sela ciuman panas
kami. Aku agak lega saat tangan kekarnya meninggalkan selangkanganku, namun ia
mulai menarik blousku hingga terlepas dari jepitan rokku, lalu ia loloskan dari
kepalaku. Buah dadaku yang montok dan puting susuku membayang menggoda dari
BH-ku yang tipis dan seksi, membuatnya semakin penasaran. Ia kembali mencium
bibirku, namun kali ini lidahnya mulai berpindah-pindah ke telinga dan leherku,
untuk kembali lagi ke bibir dan lidahku.
Permainannya yang lembut dan tak tergesa-gesa ini membuatku terpancing
menjadi semakin bergairah, sampai akhirnya ia mulai memainkan tangannya
meraba-raba dadaku dan sesekali menyelipkan jarinya ke balik BH menggesek-gesek
putingku yang saat itu sudah tegak mengacung. Tanpa kusadari aku mulai
memainkan kaos bajunya, dan setelah bajunya kusingkap terlihat tampilan otot di
tubuhnya. Aku melihat dada bidang dan kekar, serta perut sixpacknya di depan
mataku. Tak lama ia pun memutuskan untuk mengalihkan godaan bibirnya ke buah
dadaku yang masih terbalut BHku.
Diciumi buah dadaku sementara tangannya merogoh ke balik punggungku untuk
melepas kait BH-ku. Sama sekali tidak ada protes dariku iapun melempar BH-ku ke
lantai sambil tidak buang waktu lagi mulai menjilati putingku yang memang sudah
menginginkan ini dari tadi. “Ooohh.. sshh.. aachh.. Rusdyu..” desahku langsung
terlontar tak tertahankan begitu lidahnya yang basah dan kasar menggesek
putingku yang terasa sangat peka.
Rusdy menjilati dan menghisap dada dan putingku di sela-sela desah dan
rintihku yang sangat menikmati gelombang rangsangan demi rangsangan yang
semakin lama semakin menggelora ini, “..Oooh Rusdy suuddhaah.. Herr..
stoop..!!” tetapi Rusdy terus saja merangsangku bahkan tangannya mulai melepas
celananya, sehingga kini ia benar-benar telanjang bulat. Penisnya yang besar
dan berotot mengacung tegang, karuan aku terbelalak melihatnya, besar dan
perkasa lebih perkasa dari penis suamiku, vaginaku tiba tiba berdenyut tak
karuan. Oh..tak kupikirkan akibat dari keisenganku tadi yang hanya ingin
mencium pipinya saja sekarang sudah berlanjut sedemikian jauh.
Rusdy melepas putingku lalu bangkit berlutut mengangkangi betisku. Ia
menarik rokku dan membungkukkan badannya menciumi pahaku. Kembali bibirnya yang
basah dan lidahnya yang kasar menghantarkan rangsangan hebat yang merebak ke
seluruh tubuhku pada setiap sentuhannya di pahaku. Apalagi ketika lidahnya
menggoda selangkanganku dengan jilatannya yang sesekali melibas pinggiran CD
ku, semili lagi menyentuh bibir vaginaku. Yang bisa kulakukan hanya mendesah
dan merintih pasrah melawan gejolak birahi, rasa penasaranku menginginkan lebih
dari itu tapi akal sehatku masih menyatakan bahwa ini perbuatan yang salah.
Akhirnya, dengan menyibakkan celana dalamku, Rusdy mengalihkan jilatannya
kerambut kemaluanku yang telah begitu basah penuh lendir birahi. “ggaahh..
Heeruu..stoop..ohh..” bagaikan terkena setrum rintihanku langsung menyertai
ledakan kenikmatan yang kurasakan saat lidah Rusdy melalap vaginaku dari bawah
sampai ke atas, menyentuh klitorisku.
Kini kami sama-sama telanjang bulat. Tubuh kekar berotot Rusdy berlutut di
depanku. Lobang vaginaku terasa panas, basah dan berdenyut-denyut melihat
batang penisnya yang tegang besar kekar berotot berbeda dengan punya suamiku
yang lebih kecil. Oohh..betul betul luar biasa napsu birahiku makin mengebu
gebu. Entah mengapa aku begitu terangsang melihat batang kemaluan yang bukan
punya suamiku.Oooh begitu besar dan perkasa, pikiranku bimbang karena aku tahu
sebentar lagi aku akan disetubuhi oleh sahabat suamiku, anehnya gelora napsu
birahiku terus mengelegak.
Kupasrahkan diriku ketika Rusdy membuka kakiku hingga mengangkang lebar
lebar, lalu Rusdy menurunkan pantatnya dan menuntun penisnya ke bibir vaginaku.
Kerongkonganku tercekat saat kepala penis Rusdy menembus vaginaku.”Hngk!
Besaar..sekalii..Heer..” Walau telah basah berlendir, tak urung penisnya yang
demikian besar kekar berotot begitu seret memasuki liang vaginaku yang belum
pernah merasakan sebesar ini, membuatku menggigit bibir menahan kenikmatan
hebat bercampur sedikit rasa sakit.
Tanpa terburu-buru, Rusdy kembali menjilati dan menghisap putingku yang
masih mengacung dengan lembut, kadang menggodaku dengan menggesekkan giginya
pada putingku, tak sampai menggigitnya, lalu kembali menjilati dan menghisap
putingku, membuatku tersihir oleh kenikmatan tiada tara, sementara setengah
penisnya bergerak perlahan dan lembut menembus vaginaku. Ia menggerak-gerakkan
pantatnya maju mundur dengan perlahan, memancing gairahku semakin bergelora dan
lendir birahi semakin banyak meleleh di vaginaku, melicinkan jalan masuk penis
berotot ini ke dalam liang kenikmatanku tahap demi tahap.
Lidahnya yang kasar dan basah berpindah-pindah dari satu puting ke puting
yang lain, membuat kepalaku terasa semakin melayang didera kenikmatan yang
semakin bergairah. Akhirnya napsu birahikulah yang menang laki laki perkasa ini
benar benar telah menyeretku kepusaran kenikmatan menghisap seluruh pikiran
jernihku dan yang timbul adalah rangsangan dahsyat yang membuatku ingin mengarungi
permainan seks dengan sahabat suamiku ini lebih dalam.
“Ouuch.. sshh.. aachh.. teruuss.. heeruu.. masukin penismu yang dalaam..!!
oouch.. niikmaat.. heerr..!! Baru kali ini lobang vaginaku merasakan ukuran dan
bentuk penis yang bukan milik suamiku, yang sama sekali baru ..besaar dan
perkasaa.., aku merasakan suatu rangsangan yang hebat didalam diriku. Seluruh
rongga vaginaku terasa penuuh, kurasakan begitu nikmatnya dinding vaginaku
digesek batang penisnya yang keras dan besaar..!
Akhirnya seluruh batang kemaluannya yang kekar besar itu tertelan kedalam
lorong kenikmatanku, memberiku kenikmatan hebat, seakan bibir vaginaku dipaksa
meregang, mencengkeram otot besar dan keras ini. Melepas putingku, Rusdy mulai
memaju-mundurkan pantatnya perlahan, “..oouch.. niikmaat.. heeruu..!!” aku pun
tak kuasa lagi untuk tidak merespon kenikmatan ini dengan membalas menggerakan
pantatku maju-mundur dan kadang berputar menyelaraskan gerakan pantatnya, dan
akhirnya napasku semakin tersengal-sengal diselingi desah desah penuh
kenikmatan.
“hh.. sshh.. hh.. Heerruu.. oohh ..suungguuhh.. niikmmaat sahyangghh..” Rusdy
membalas dengan pertanyaan “Ohh.. Hestyy nikmatan mana dengan penis suamimu..?”
otakku benar benar terhipnotis oleh kenikmatan yang luar biasa..! jawabanku
benar benar diluar kesadaranku “Ohh ssh Rusdyu. penismu besaar sekalii..! jauh
lebih nikmaat ..!! Rusdy makin gencar melontarkan pertanyaan aneh aneh,
“..hh..Hesty lagi diapain memekmu sama kontolnya Rusdy..?” aku bingung
menjawabnya, “Bilang lagi dientot..!” Rusdy memaksaku untuk mengulangnya, tapi
dasar aku lagi terombang ambing oleh buaian birahi akupun tidak malu malu lagi
mengulangnya “hh.. hh.. sshh.. mmhh..lagi dientot sayaang..”
Terus menerus kami saling memberi kenikmatan, sementara lidah Rusdy kembali
menari di putingku yang memang gatal memohon jilatan lidah kasarnya. Aku benar
benar menikmati permainannya sambil meremas-remas rambutnya. Rasa kesemutan
berdesir dan setruman nikmat makin menjadi jadi merebak berpusat dari vagina
dan putingku, keseluruh tubuhku hingga ujung jariku. Kenikmatan menggelegak ini
merayap begitu dahsyat sehingga terasa seakan tubuhku melayang. Penisnya yang
dahsyat semakin cepat dan kasar menggenjot vaginaku dan menggesek-gesek dinding
vaginaku yang mencengkeram erat.
Hisapan dan jilatannya pada putingku pun semakin cepat dan bernapsu. Aku
begitu menikmatinya sampai akhirnya seluruh tubuhku terasa penuh setruman
birahi yang intensitasnya terus bertambah seakan tanpa henti hingga akhirnya
seluruh tubuhku bergelinjang liar tanpa bisa kukendalikan saat kenikmatan
gairah ini meledak dalam seluruh tubuhku. Desahanku sudah berganti dengan
erangan erangan liar kata kataku semakin vulgar. “Ahh.. Ouchh.. entootin terus
sayaang.. genjoott.. habis memekku..!! genjoott.. kontolmu sampe mentok..!!”
Ooohh.. Herruu.. bukan maiin.. eennaaknyaa.. ngeentoot denganmu..!!” mendengar
celotehanku, Rusdy yang kalem berubah menjadi semakin beringas seperti banteng
ketaton dan yang membuat aku benar benar takluk adalah staminanya yang bukan
maiin perkasaa.., tidak pernah kudapatkan seperti ini dari suamiku.
Aku benar benar sudah lupa siapa diriku yang sudah bersuami ini, yang aku
rasakan sekarang adalah perasaan yang melambung tinggi sekali yang ingin
kunikmati sepuas puasnya yang belum pernah kurasakan dengan suamiku. Rusdy
mengombang ambingkan diriku di lautan kenikmatan yang maha luas, seakan akan
tiada tepinya.
Akhirnya aku tidak bisa lagi menahan gelombang kenikmatan melanda seluruh
tubuhku yang begitu dahsyatnya menggulung diriku “Ngghh.. nghh .. nghh.. Rusdyu..
Akku mau keluaar..!!” www.celdamz.blogspot.com pekikanku meledak menyertai
gelinjang liar tubuhku sambil memeluk erat tubuhnya mencoba menahan kenikmatan
dalam tubuhku, Rusdy mengendalikan gerakannya yang tadinya cepat dan kasar itu
menjadi perlahan sambil menekan batang kemaluannya dalam dalam dengan memutar
mutar keras sekalii.. Clitorisku yang sudah begitu mengeras habis digencetnya.
“..aacchh.. Rusdyu.. niikmaat.. tekeen.. teruuss.. itilkuu..!!”
Ledakan kenikmatan orgasmeku terasa seperti ‘forever’ menyemburkan lendir
orgasme dalam vaginaku, kupeluk tubuh Rusdy erat sekali wajahnya kuciumi sambil
mengerang mengerang dikupingnya sementara Rusdy terus menggerakkan sambil
menekan penisnya secara sangat perlahan, di mana setiap mili penisnya menggesek
dinding vaginaku menghasilkan suatu kenikmatan yang luar biasa yang kurasakan
dalam tubuhku yang tidak bisa kulontarkan dengan kata kata.
Beberapa detik kenikmatan yang terasa seperti ‘forever’ itu akhirnya
berakhir dengan tubuhku yang terkulai lemas dengan penis Rusdy masih di dalam
vaginaku yang masih berdenyut-denyut di luar kendaliku. Tanpa tergesa-gesa, Rusdy
mengecup bibir, pipi dan leherku dengan lembut dan mesra, sementara kedua
lengan kekarnya memeluk tubuh lemasku dengan erat, membuatku benar-benar merasa
aman, terlindung dan merasa sangat disayangi. Ia sama sekali tidak menggerakkan
penisnya yang masih besar dan keras di dalam vaginaku. Ia memberiku kesempatan
untuk mengatur napasku yang terengah-engah.
Setelah aku kembali “sadar” dari ledakan kenikmatan klimaks yang memabukkan
tadi, aku pun mulai membalas ciumannya, memancing Rusdy untuk kembali memainkan
lidahnya pada lidahku dan menghisap bibir dan lidahku semakin liar. Sekarang
aku tidak canggung lagi bersetubuh dengan teman suamiku ini. Gairahku yang
sempat menurun tampak semakin terpancing dan aku mulai kembali
menggerak-gerakkan pantatku perlahan-lahan, menggesekkan penisnya pada dinding
vaginaku. Respon gerakan pantatku membuatnya semakin liar dan aku semakin
berani melayani gairahnya yang memang tampaknya makin liar saja. http://
celdamz.blogspot.com
Genjotan penisnya pada vaginaku mulai cepat, kasar dan liar. Aku
benar-benar tidak menyangka bisa terangsang lagi, biasanya setelah bersetubuh
dengan suamiku setelah klimax rasanya malas sekali untuk bercumbu lagi tapi
kali ini Rusdy memberiku pengalaman baru walau sudah mengalami klimax yang maha
dahsyat tadi tapi aku bisa menikmati rangsangannya lagi oleh genjotan penisnya
yang semakin bernapsu, semakin cepat, semakin kasar, hingga akhirnya ledakan lendir
birahiku menetes lagi bertubi-tubi dari dalam vaginaku.
Lalu Rusdy memintaku untuk berbalik, ooh ini gaya yang paling kusenangi
“doggy style” dengan gaya nungging aku bisa merasakan seluruh alur alur batang
kemaluan suamiku dan sekarang aku akan merasakan batang yang lebih besar lebih
perkasa oohh..! dengan cepat aku berbalik sambil merangkak dan menungging
kubuka kakiku lebar, kutatap mukanya sayu sambil memelas
“..Yeess..Herr..masukin kontol gedemu dari belakang kelobang memekku..” Rusdy
pun menatap liar dan yang ditatap adalah bokongku yang sungguh seksi dimatanya,
bongkahan pantatku yang bulat keras membelah ditengah dimana bibir vaginaku
sudah begitu merekah basah dibagian labia dalamku memerah mengkilat berlumuran
lendir birahiku mengintip liang kenikmatanku yang sudah tidak sabar ingin
melahap batang kemaluannya yang sungguh luar biasa itu.
Sambil memegang batang penisnya disodokannya ketempat yang dituju â€Bleess..” ..Ooohh.. Rusdyu.. teruss..
Herr.. yang.. dalaam..!! mataku mendelik merasakan betapa besaar dan panjaang
batang penisnya menyodok liang kenikmatanku, urat urat kemaluannya terasa
sekali menggesek rongga vaginaku yang menyempit karena tertekuk tubuhku yang sedang menungging ini. Hambatan yang
selalu kuhadapi dengan suamiku didalam gaya ‘doggy style’ ini adalah pada waktu
aku masih dalam tahap ‘menanjak’ suamiku sudah terlalu cepat keluar, suamiku
hanya bisa bertahan kurang dari dua menit.
Tetapi Rusdy sudah lebih dari 15 menit menggarapku dengan gaya ‘doggy
style’ ini tanpa ada tanda tanda mengendur. Oh bukan maiin..! bagai kesurupan
aku menggeleng gelengkan kepalaku, aku benar benar dalamkeadaan ekstasi,
eranganku sudah berubah menjadi pekikan pekikan kenikmatan, tubuhku kuayun
ayunkan maju mundur, ketika kebelakang kusentakan keras sekali menyambut
sodokannya sehingga batang penis yang besaar dan panjaang itu lenyap tertelan
oleh kerakusan lobang vaginaku. kenikmatanku bukan lagi pada tahap “menanjak”
tapi sudah berada di awang-awang di puncak gunung kenikmatan yang tertinggi.
“Hngk.. ngghh..Rusdyu..akuu mau keluaar lagii.. aargghh..!!” aku melenguh panjang
menyertai klimaksku yang kedua yang kubuat semakin nikmat dengan mendorong
pantatku ke belakang keras sekali menancapkan penisnya yang besar
sedalam-dalamnya di dalam vaginaku, sambil kukempot kempotkan vaginaku serasa
ingin memeras batang kemaluannya untuk mendapatkan seluruh kenikmatan
semaksimum mungkin.
Setelah mengejang beberapa detik diterjang gelombang kenikmatan, tubuhku
melemas dipelukan Rusdy yang menindih tubuhku dari belakang. Berat memang
tubuhnya, namun Rusdy menyadari itu dan segera menggulingkan dirinya, rebah di
sisiku. Tubuhku yang telanjang bulat bermandikan keringat terbaring pasrah di
ranjang, penuh dengan rasa kepuasan yang maha nikmat yang belum pernah aku
rasakan sebelumnya dengan suamiku.
Rusdy memeluk tubuhku dan mengecup pipiku, membuatku merasa semakin nyaman
dan puas. “Hesty aku belum keluar sayang..! tolongin aku isepin kontolku
sayaang..!” Aku benar benar terkejut aku sudah dua kali klimaks tapi Rusdy
belum juga keluar, bukan main perkasanya. biasanya malah suamiku lebih dulu
dari aku klimaksnya kadang kadang aku malah tidak bisa klimaks dengan suamiku
karena suamiku suka terburu buru.
Merasa aku telah diberi kepuasan yang luar biasa darinya maka tanpa sungkan
lagi kuselomot batang kemaluannya kujilat jilat buah zakarnya bahkan
selangkangannya ketika kulihat Rusdy menggeliat geliat kenikmatan, “..Ohh yess
Hes.. nikmat sekalii.. teruss hes.. lumat kontolku iseep yang daleemm.. ohh..
heestyy.. saayaangg..!!” Rusdy mengerang penuh semangat membuatku semakin
gairah saja menyelomot batang kemaluannya yang besar, untuk makin merangsang
dirinya aku merangkak dihadapannya tanpa melepaskan batang kemaluannya dari
mulutku, kutunggingkan pantatku kuputar putar sambil kuhentak hentakan
kebelakang, benar saja melihat gerakan erotisku Rusdy makin mendengus dengus
bagai kuda jantan liar, dan tidak kuperkirakan yang tadinya aku hanya ingin
merangsang Rusdy untuk bisa cepat ejakulasinya malah aku merasakan birahiku
bangkit lagi vaginaku terasa berdenyut denyut clitorisku mengeras lagi.
Ohh.. beginikah multiple orgasme yang banyak dibicarakan teman temanku?
Selomotanku makin beringas, batang yang besar itu yang menyumpal mulutku tak
kupedulikan lagi kepalaku naik turun cepat sekali, Rusdy menggelinjang hebat,
akhirnya kurasakan vaginaku ingin melahap kembali batang kemaluannya yang masih
perkasa ini, dengan cepat aku lepas penisnya dari mulutku langsung aku
merangkak ke atas tubuhnya kuraih batang kemaluannya lalu kududuki sembari ku
tuju ke vaginaku yang masih lapar itu. Bleess.. aachh..aku merasakan bintang
bintang di langit kembali bermunculan.
“..Ooohh..Hesty..kau sungguuh seksxyy.. masuukin kontolku..!!” Rusdy
memujiku setinggi langit melihat begitu antutiasnya aku meladeninya bahkan bisa
kukatakan baru pertama kali inilah aku begitu antusias, begitu beringas bagai
kuda betina liar melayani kuda jantan yang sangat perkasa ini. “..Yess.. Rusdyu..
yeess.. kumasukkan kontolmu yang perkasa ini..!” kuputar-putar pinggulku dengan
cepatnya sekali kali kuangkat pantatku lalu kujatuhkan dengan derass sehingga batang
penis yang besar itu melesak dalaam sekali..
“..aachh.. Heestyy.. putaar.. habiisiin kontoolku.. eennakk..
sekaallii..!!” giliran Rusdy merintih mengerang bahkan mengejang-ngejangkan
tubuhnya, tidak bisa kulukiskan betapa nikmatnya perasaanku, tubuhku terasa
seringan kapas jiwaku serasa diombang ambing di dalam lautan kenikmatan yang
maha luas kucurahkan seluruh tenagaku dengan memutar menggenjot bahkan menekan
keras sekali pantatku, kali ini aku yang berubah menjadi ganas dan jalang,
bagaikan kuda betina liar aku putar pinggulku dan bagai penari perut meliuk
meliuk begitu cepat. http://celdamz.blogspot.com
Batang kemaluannya kugenjot dan kupelintir habiss.. bahkan kukontraksikan
otot-otot vaginaku sehingga penis yang besar itu terasa bagai dalam vacum cleaner
terhisap dan terkenyot didalam liang vaginaku. Dan yang terjadi adalah benar
benar membuatku bangga sekali, Rusdy bagai Layang-layang putus menggelinjang
habis kadang mengejangkan tubuhnya sambil meremas pantatku keras sekali,
sekali-kali ingin melepaskan tubuhku darinya tapi tidak kuberikan kesempatan
itu bahkan kutekan lagi pantatku lebih keras, batang penisnya melesak
seluruhnya bahkan rambut kemaluannya sudah menyatu dengan rambut kemaluanku,
clitorisku yang lapar akan birahi sudah mengacung keras makin merah membara
tergencet batang kemaluannya. Badanku sedikit kumiringkan ke belakang, buah
zakarnya kuraih dan kuremas-remas, “..Ooohh.. aachh.. yeess.. Heess..
yeess..!!”
Rusdy membelalakan matanya sama sekali tidak menyangka aku menjadi begitu
beringass..begitu liaar.. menunggangi tubuhnya, lalu Rusdy bangkit, dengan
posisi duduk ia menylomot buah dadaku… aachh tubuhku semakin panaas..
kubusungkan kedua buah dadaku. “..selomot.. pentilku.. dua. duanya..
Herr..yeess..!! …sshh.. …oohh..!! mataku menjadi berkunang kunang, “..Ooohh..
Hestyy.. nikmatnya bukan main posisi ini..! batang kontolku melesak dalam
sekali menembus memekmu..!” Rusdy mendengus-dengus kurasakan batang penisnya
mengembung pertanda spermanya setiap saat akan meletup, “..Ohh.. sshh..aahh.. Rusdyu
..keluaar.. bareeng..sayaannghh..!! jiwaku terasa berputar putar..!
“..yess..Hess..aku… keluarkan diluar apa didalam..?”. “..Ohh.. Rusdy
kontoolmu.. jaangaahhn.. dicabuut.. keluarin.. didalaam..!!
Tiba tiba bagaikan disetrum jutaan volt kenikmatan tubuhku bergetar hebat
sekalii..! dan tubuhku mengejang ketika kurasakan semburan dahsyat di dalam
rahimku, “..aachh. jepiit kontoolku.. yeess.. sshh.. oohh.. nikmaatnya..
memekmu Hestyy..!!” Rusdy memuncratkan air maninya di dalam rongga vaginaku,
terasa kental dan banyak sekali. Akupun mengelinjang hebat sampai lupa daratan
“..Nggkkh.. sshh.. uugghh.. Heerru.. teekeen kontoolmu.. sampe mentookkhh..
sayaahng.. aarrgghh..!! gelombang demi gelombang kenikmatan menggulung jiwaku,
ooh benar benar tak kusangka makin sering klimaks makin luar biaasaa rasa
nikmatnya jiwaku serasa terbetot keluar terombang ambing dalam lautan
kenikmatan yang maha luas. Kutekan kujepit kekepit seluruh tubuhnya mulai
batang penisnya pantatnya pinggangnya bahkan dadanya yang kekar kupeluk erat
sekali.
Seluruh tetes air maninya kuperas dari batang kemaluannya yang sedang
terjepit menyatu di dalam liang vaginaku. aarrgghh.. Nikmatnya sungguh luar
biaasaa!! Oohh Rusdy aku kuatir akan ketagihan dengan batang penismu yang maha
dahsyat ini!! Akhirnya perlahan lahan kesadaranku pulih kembali, klimaks yang
ketiga ini membuat tubuhku terasa lemas sekali, Rusdy sadar akan keterbatasan
tenagaku, akhirnya ia membaringkan tubuhku di dadanya yang kekar, aku merasakan
kenyamanan yang luar biasa, kepuasanku terasa sangat dihargainya. Tiga kali
klimaks bukanlah hal yang mudah bagiku untuk mendapatkannya didalam satu kali
permainan seks.
Rusdy telah menaklukan diriku luaar.. dalaam..!! akan kukenang kejadian ini
selama hidupku. Tiba tiba Rusdy melihat jam lalu dengan muka sedih ia
mengatakan kepadaku bahwa ia harus menemui seseorang 10 menit lagi, akupun tak
kuasa menahannya, aku hanya mengangguk tak berdaya. http://celdamz.blogspot.com
Sepeninggal Rusdy dari rumah, aku termenung sendirian di ranjang.
Suatu kejadian yang sama sekali tak terpikir olehku mulai merebak dalam
kesadaranku. Aku telah menikmati perbuatan seks dengan sahabat suamiku bahkan
harus kuakui, aku betul betul menikmati kedahsyatan permainan seks dengan
sahabat suamiku itu. Tetapi aku telah mengkhianati suamiku. Aku mulai merasakan
sesuatu yang salah, sementara di lain pihak, aku sangat menikmatinya dan sangat
mengharapkan Rusdy melakukannya lagi terhadapku.
Hati dan akal sehat terpecah dan menyeretku ke dua arah yang berlawanan.
Pergumulan batin terjadi membuatku limbung. Akhirnya kuputuskan untuk mencoba
melupakan Rusdy. Setelah beberapa minggu dalam kondisi seperti ini, hatiku
makin tidak menentu, makin kucoba melupakannya makin terbayang seluruh kejadian
hari itu, aku masih merasakan tubuhnya yang kekar berkeringat napasnya yang
mendengus dengus terngiang sayup sayup terdengar suaranya memanggilku ’sayang’.
Rusdy berhenti bertugas di kantor suamiku. Entah itu keinginannya sendiri atau
memang ia dialih tugaskan, aku tidak tahu.
Namun hingga kini, pergumulan batin dalam diriku masih terus berlangsung.
Di lain pihak aku tetap ingin mencintai suamiku, walaupun ia tak bisa
memberikan apa yang telah diberikan Rusdy padaku. Aku masih merindukan dan
menginginkan sentuhan tangan kekar Rusdy, dimanakah kau berada Rusdy..?







1 komentar:
RATUNAGAQQ.COM | RATUNAGAQQ | AGEN BANDARQ | BANDARQ | BANDARQ ONLINE | BANDARPOKER ONLINE | DOMINOQQ
Kami ingin mengajak anda buat bergabung dan bermain bersama kami di RATUNAGAQQ
Agen resmi : POKER ,DOMINOQQ ,BANDARQ , dan BANDAR POKER TERBESAR DI ASIA
Kelebihan RATUNAGAQQ.COM Agen POKER ,DOMINOQQ ,BANDARQ , dan BANDAR POKER Online Indonesia Terbesar di Asia:
* Minimal deposit hanya Rp 15rb
* Minimal Withdraw hanya Rp 20rb
* Deposit dan withdraw 24 jam
* Bonus Refferral seumur hidup tanpa syarat
* Bonus Rollingan setiap minggu nya 0.5% .
* Hanya Dengan 1 ID Anda Bisa Bermain dengan 4 Game Sekaligus
Contact Us :
+++ Website : RATUNAGAQQ.COM
+++ Phone : +855967014811
+++ BBM : 2B209F68
+++ YM : nagaqq
+++ WeChat : nagaqq
+++ Live Chat 24 Jam ^^
Facebook : RATUNAGAQQ.COM
Twitter : NagaQQ01
Instagram : Naga_QQ
BLOG : NagaQQASIA
Segera Daftarkan Diri Anda dan Sobat-Sobatmu Untuk Bermain BANDARQ, Domino99, BandarPoker dan Poker Online.
Posting Komentar